Eklesiologi
JEMAAT PERDANA
Gereja Perdana menjalani hidup bersama dalam persekutuan, tekun dalam ajaran para rasul, doa, pemecahan roti, dan saling melayani dengan sukacita—cara hidup ini terus diteruskan dan dikembangkan oleh Gereja hingga sekarang.
Gereja memiliki lima tugas utama yang disebut panca tugas, yaitu liturgi, pewartaan, persekutuan, pelayanan, dan kesaksian. Thomas Groome merangkumnya menjadi empat W: Worship (liturgi), Word (pewartaan), Witness (persekutuan dan kesaksian), dan Welfare (pelayanan kasih).
LITURGI DAN PERIBADATAN
Liturgi adalah perayaan iman di mana umat berjumpa dengan Allah dan bersama-Nya bertindak sebagai pelaku. Umat diajak terlibat secara sadar dengan memahami makna liturgi dan secara aktif berpartisipasi dalam perayaannya.
Tujuan dari semua tidakan liturgi adalah untuk pengudusan manusia, meningkatkan hubungan pribadi dengan Allah yang lebih hidup, dinamis dan berbuah. Dalam liturgi gereja tidak hnaya menwarkan aneka bentuk dan rumusan doa tetapi mau menjadi tempat orang meraakan dan menhayati komunikasi dengan Allah bapa.
Dalam liturgi, Gereja tidak hanya menawarkan aneka bentuk dan rumusan doa tetapi mau menjadi tempat orang merasakan dan menghayati komunikasi dengan Bapa, bersama Putera, dalam Roh Kudus. Hal ini juga mengandung dua unsur yang mendasar bagi kehidupannya, yakni unsur kemuliaan Allah dimana Gereja mengungkapkan imannya untuk memuliakan Allah, dan unsur pengudusan manusia yang dalam arti bahwa dalam liturgia ini Gereja merayakan suatu peristiwa dimana Allah menguduskan manusia.
Pewartaan dan Katekese Pewartaan merupakan jantung hidup Gereja. Tanpa pewartaan, Gereja tidak akan lahir, tumberkembang. Sebab sejak awal sejarah Gereja, Gereja lahir dari pewartaan, hidup, tumbuh dan berkembang karena pewartaan dan ada untuk sebuah pewartaan. Pewartaan menjadi identitas Gereja, bukan sekedar tugas Gereja. Dengan demikian Gereja tidak bisa dipisahkan dari pewartaan.