Eklesiologi
Kaum Awam
- Kaum awam adalah semua orang beriman kristiani terkecuali mereka yang termasuk golong imam atas status religius yang diakui dalam gereja
-Melalui baptisan mereka menjadi anggota tubuh Kristus, mereka mengambil bagian dalam iman kenabian dan rajawi Kristus.
Kaum Awam
Identitas Kaum Awam
- LG artikel 31 menjelaskan bahwa kaum awam ialah semua orang beriman kristiani kecuali yg termasuk golongan imam.
- Kaum awam adalah anggota umat beriman atau anggota umat Allah yang semartabat dengan anggota Gereja yang lain seperti imam dan kaum religins. Kesamaan itu didasarkan pada pembaptisan yang diterimanya.
Semua anggota Gereja baik imam, religius atau awam menjadi satu bangsa yang kudus. Jadi semua anggota Gereja sama di hadapan Allah sebagai anggota tubuh Kristus
- Perbedaan kaum awam dengan yang lain ada pada fungsi yang diperankan.
- Galongan imam yang secara khusus memiliki imamat jabatan diperuntukkan untuk tugas suci sakramental.
- sedangkan kaum awam untuk tugas bagi penjiwaan kristiani dalam ikatan keduniawian
Sedangkan perbedaannya dengan kaum religius (kebiaraan) menyangkut dua hal yaitu tata dan sifat kehidupan.
- Tata kehidupan golongan kebiaraan diarahkan pada kekudusan atau memberi kesaksian unggul dan luhur bahwa dunia tak dapat diubah dan dipersembahkan kepada Allah tanpa semangat sabda bahagia, Sifat kehidupah mereka adalah tanda eskatologis, tanda harta benda surgawi, dari hidup baru dan bahagia.
- Sedangkan tata kehidupan kaum awam justru ada dalam keduniaan. Mereka wajib mencari kerajaan Allah dengan mengurusi hal-hal yang fana dan mengaturnya seturut kehendak Allah. Mereka hidup di dalam dunia tetapi tampil sebagai pribadi yang mencari Allah dan kebenaran-Nya.
- Jadi semua anggota Gereja memiliki martabat yang sama namun memiliki kekhasan masing-masing -masing dalam menjalankan fungsinya. Kaum awam memiliki martabat sebagai umat Allah dan berperan menghadirkan
Kaum Awam
Kerasulan Kaum AWam
- Kerasulan umum dibedakan kerasulan hirarki dan kerasulan awam. Kerasulan hirarki adalah kerasulan yang dijalankan oleh hirarki karena mendapar mandat dari Kristus sendiri melalui para rasul dan penggantinya. Sedangkan kerasulan awam adalah "keikutsertaan awam dalam tugas perutusan keselamatan Gereja dengan menghadirkan dan mengaktifkan Gereja di daerah-daerah dan keadaan-keadaan, tempat Gereja tidak dapat menggarami dunia selain berkat jasa mereka" (LG 33).
mengungkapkan hubungan antara kaum awam dan hierarki dan tak terpisahkan . Kedua pihak saling membutuhkan untuk pembangunan dan pengembangan Gerela
- Kaum awam di satu pihak berhak menerima secara berlimpah bantuan sabda dan sakramen -sakramen dari pelayanan para gembala hierarki. Para kaum awam dengan segla ilmu pengetahuan, kompetensi dan kecakapanya juga bisa menyampaikan kebutuhan-kebutuhan, keinginan dan pandangan mereka yang menyangkut kesejahteraan Gereja.
- Di lain pihak kaum awam dengan ketaatanuya menerima apa yang ditetapkan oleh gembala sejauh menghadirkan Kristus sebagal guru dan pemimpin. Kaum awam dengan setiap mendoakan di hadirat Allalı para pemimpin mereka. Para gembala hierarki diharapkan perannya untuk memajukan martabat dan tanggung jawab kaum awam dalam Gereja. Mereka memberi kebebasan dan keleluasaan untuk bertindak.
- Gembala dengan kasih kebapaan, penuh perhatian mempertimbangkan prakarsa-prakarsaa, asal usul oleh kaum awam. usul serta keinginan yang diajukan. Persaudaraan antar kaunı awam dan gembala diharapkan memberi manfaat bagi Gereja.
Kaum Religius
- Terhadap kaum religius tersebut, hierarki memiliki tanggung jawab untuk mendampingi dengan pengawasan dan perlindungan kewibawaan supaya berkembang dan subur berbuah menurut semangat pendirinya. Mereka sendiri wajib menujukkan sikap hormat dan taa menurut hukum Gereja kepada para uskup demi kewibawaan pastoral mereka serta demi kesatuan dan kerukunan yang diperlukan dalam karya kerasulan.